Sabtu, 24 November 2012

Laporan BIOLOGI (Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau)



PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang
Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan pada tanaman dapat dilihat dari makin besarnya suatu tanaman yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah besar.dan bersifat tidak dapat balik (irreversible). Selain tumbuh, tanaman juga mengalami perkembangan. Perkembangan adalah peristiwa biologis menuju kedewasaan ,tidak dapat dinyatakan dengan  ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan  merupakan dua proses yang berjalan secara stimultan (pada waktu yang bersamaan). Perbedaannya terletak pada faktor kuantitatif karena mudah diamati, yaitu perubahan jumlah dan ukuran. Sebaliknya perkembangan dapat dinyatakan secara kualitatif karena perubahannya bersifat fungsional.
Tumbuhan  yang masih kecil, belum lama muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji, yang dinamakan kecambah (plantula). Awalperkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi. Masa dormansi adalah berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Berakhirnya masa dormansi ditandai dengan masuknya air ke dalam biji suatu tumbuhan, yang disebut dengan proses imbibisi. Imibibisi ini terjadi karena karena penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit  pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhan. Enzim-enzim akan mulai mencerna bahan-bahan yang disimpan pada endosperma atau kotiledon, dan nutrien-nutriennya dipindahkan ke bagian embrio yang sedang tumbuh.



Biji dapat berkecambah  karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga tumbuhan. Embrio atau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian, yaitu akar lembaga/calon akar (radikula), daun lembaga (kotiledon), dan bayang lembaga (kaulikulus).
Terdapat beberapa faktor yang  mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah  satunya, yaitu faktor cahaya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis di butuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, kami mengadakan penelitian untuk mengetahui apakah benar ada pengaruh cahaya matahari terhdap pertumbuhan kacang hijau.


1.2             Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
1.     Apakah cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan biji kacang hijau ?
2.    Adakah perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau yang di tanam pada tempat yang   memiliki intensitas cahaya yang berbeda(tempat gelap dan terang) ?

1.3             Tujuan


Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah sebagai berikut.
1.     Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
2.    Mengetahui perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau di dua tempat berbeda (tempat terang dan tempat gelap)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Kajian Teori
     Ada 2 teori yang menjadi landasan dalam praktikum, yakni :
1.    Pengertian pertumbuhan dan  perkembangan
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :
a.    Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
b.    Tahap pembentangan, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam vakuola.
c.    Tahap pematangan, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.

2.   Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
           Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman :
      a.   Faktor Internal
·         Gen
        Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang  tinggi atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen ‘baik’ dan didukung oleh lingkungan yang sesuai akan.memperlihatkan pertumbuhan yang baik.
·         Hormon
         Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan     pertumbuhan.
Auksin                         : untuk membantu perpanjangan sel
Giberelin                     : untuk pemanjangan dan pembelahan sel
Sitokinin                      : untuk menggiatkan pembelahan sel
Etilen                           : untuk mempercepat buah menjadi matang
Asam traumalin           : Merangsang pemebelahan sel di bagian tumbuhan yang luka
Kalin                           :Merangsang pembentukan organ tumbuhan sbb :
      -      Rizokalin                    :Untuk pembentukan akar
      -      Aulokalin                   :Untuk pembentukan batang
      -      Filokalin                     :Untuk pembentukan daun
      -      Antokalin                   :Untuk pembentukan bunga

      b.  Faktor Eksternal

·         Air
        Fungsi air antara lain :
   -      Untuk Fotosintesis
   -      Mengaktifkan reaksi-reaksi enzim
   -      Membantu proses perkecambahan biji
   -      Menjaga (mempertahankan) kelembapan
   -      Untuk transpirasi
   -      Meningkatkan tekanan turgor sehingga merangsang pemebelahan sel
   -      Menghilangkan asam asbisat

·         Suhu / Temperatur Lingkungan
           Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
·         Kelembaban Udara
         Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan.Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
·         Cahaya Matahari
         Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.
·         Nutrien
          Tumbuhan memerlukan nutrien untuk kelangsungan hidupnya. Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro (makronutrien). Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (Mikronutrien). Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molibdenum.
   Kekurangan nutrien di tanah atau media tempat tumbuhan hidup menyebabakan tumbuhan mengalami defisiensi. Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi tumbuh dan berkembang dengan tidak sempurna.
·         Kelembapan
          Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Jika kondisi lembap dapat dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan membesar.

2.2. Rumusan Hipotesis
          Biji kacang hijau yang tumbuh di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat dibandingkan biji kacang hijau yang tumbuh di tempat yang terkena matahari.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.      Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi      : Rumah Nur Al Hanif
Waktu      : 17 November – 21 November 2012

B.       Populasi dan Sampel
Populasi    : biji kacang hijau (Phaseolus radiatus)
Sampel     : 10 biji kacang hijau.

C.      Variabel Penelitian
1.    Variabel bebas             : intensitas cahaya matahari.
2.    Variabel kontrol          : volume air , media tanam,wadah(gelas plastik),biji kacang hijau
3.    Variabel Terikat          : panjang batang kecambah kacang hijau dan warna daun.

D.      Metode Penelitian
 Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka, yaitu mempelajari teori-teori perkecambahan melalui buku-buku referensi.
Metode  eksperimen , yaitu metode yang dilakukan melalui percobaan dan pengamatan untuk membandingkan pertambahan tinggi tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus) dalam 2 gelas plastik dengan intensitas cahaya matahari yang berbeda

E.       Rancangan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 10 biji kacang hijau yang ditanam di dalam 2 gelas plastik yang berisi kapas sehingga masing – masing gelas plastik terdapat 5 biji kacang hijau . Komposisi masing – masing gelas plastik sebagai berikut:
1.      Gelas plastik A   : 5 biji kacang hijau yang diletakkan di lingkungan terang ( intensitas cahaya matahari kuat )
2.      Gelas plastik B   : 5 biji kacang hijau yang diletakkan di lingkungan gelap ( intensitas cahaya matahari sedikit)

F.        Alat dan Bahan
1.    Alat
a.) 2 buah gelas plastic
b.) Kapas
c.) Mistar dan alat tulis
2.    Bahan
a.) 10 butir kacang hijau
b.) Air bersih

G.      Cara kerja
1)       Menyiapkan  alat dan bahan
2          Rendam biji kacang hijau sampai biji sedikit terbuka
3)        Sediakan dua buah gelas plastik
4)        Masukkan segumpal kapas (tiga buah) yang telah dibasahi kedalam gelas plastic
5)        Masukkan biji kacang hijau yang telah diredam dengan ketentuan tiap gelasnya lima biji
6)        Beri label A untuk 1 gelas dan label B utuk satu gelas lainnya
7)        Letakkan gelas berlabel A pada tempat yang terang dan label B pada tempat yang gelap
8)         Siram biji-biji tersebut setiap hari dengan volume air yang sama
9)         Ukur dan catat setiap hari perubahan tinggi dan keadaan daun pada tanaman tersebut ke dalam tabel pengamatan
10)       Membuat kesimpulan


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Penelitia
1. Kecambah yang diletakkan di tempat terang (luar rumah) :
Tanggal
Tinggi Kecambah (cm)
Rata -Rata
Sampel1
Sampel2
Sampel 3
Sampel 4
Sampel 5
17 November 2012
0
0
0
0
0
0
18 November 2012
1,5
1,2
1,2
1,3
1
1,24
19 November 2012
2,1
1,9
1,7
1,9
1,8
1,88
20 November 2012
3,4
2,7
2,5
2,7
2,9
2,84
21 November 2012
4.2
3,5
3,4
3,6
4
3,74
Rata-Rata
2,24
1,86
1,76
1,9
1,94
2,328

2. Kecambah yang diletakkan di tempat gelap (bawah meja) :
Tanggal
Tinggi Kecambah
Rata - Rata
Sampel1
Sampel2
Sampel3
Sampel4
Sampel5
17 November 2012
0
0
0
0
0
0
18 November 2012
2,3
2,1
2,2
2,4
2,1
2,22
19 November 2012
4,7
4,5
4,5
4,3
4,3
4,46
20 November 2012
8,3
8,1
8,2
7,8
8,1
8,1
21 November 2012
14,3
13,4
14
12,5
13,5
13,54
Rata-Rata
5,92
7,025
5,78
5,4
5,6
9,66





Dari Tabel diatas dapat dibuat Grafik  Rata-Rata pertumbuhan


4.2 Analisis Data
Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa pertumbuhan kecambah pada tempat yang terang selalu mengalami peningkatan. Pada sampel 1 di hari pertama masih berupa biji yang belum tumbuh sehingga pengukurannya yaitu 0 cm,namun setelah hari ke 1 biji kacang hijau sudah mulai mengalami pertumbuhan yaitu menjadi 1,5 cm pada hari ke 2,naik menjadi 2,1 pada hari ke 3, naik lagi menjadi 3,4 cm pada  hari ke 4 dan 4,2 cm pada hari ke 5.
 Pada sampel ke 2  juga mengalami hal yang sama yaitu di hari pertama masih berupa biji yang belum tumbuh sehingga pengukurannya yaitu 0 cm,namun setelah hari ke 1 biji kacang hijau sudah mulai mengalami pertumbuhan yaitu menjadi 1,2 cm pada hari ke 2 naik menjadi 1,9  pada hari ke 3, naik lagi menjadi 2,7  cm pada  hari ke 4 dan 3,5 cm pada hari ke 5.
Pada sampel 3 di hari pertama masih berupa biji yang belum tumbuh sehingga pengukurannya yaitu 0 cm,namun setelah hari ke 1 biji kacang hijau sudah mulai mengalami pertumbuhan yaitu menjadi 1,2 cm pada hari ke 2,naik menjadi 1,7 pada hari ke 3, naik lagi menjadi 2,5 cm pada  hari ke 4 dan 3,4 cm pada hari ke 5.
Pada sampel ke 4 juga mengalami hal yang sama yaitu di hari pertama masih berupa biji yang belum tumbuh sehingga pengukurannya yaitu 0 cm,namun setelah hari ke 1 biji kacang hijau sudah mulai mengalami pertumbuhan yaitu menjadi 1,3 cm pada hari ke 2 ,naik menjadi 1,9  pada hari ke 3, naik lagi menjadi 2,7  cm pada  hari ke 4 dan 3,6 cm pada hari ke 5.
Pada sampel terakhir di hari pertama masih berupa biji yang belum tumbuh sehingga pengukurannya yaitu 0 cm,namun setelah hari ke 1 biji kacang hijau sudah mulai mengalami pertumbuhan yaitu menjadi 1 cm pada hari ke 2,naik menjadi 1,8 pada hari ke 3, naik lagi menjadi 2,9 cm pada  hari ke 4 dan 4 cm pada hari ke 5.
Dari tabel 2 yaitu kecambah yang diletakkan di tempat gelap dapat diketahui pada sampel 1 dihari pertama masih 0 cm, pada hari kedua yaitu 2,3 cm, pada hari ke tiga menjadi 4,7 cm, pada hari ke empat menjadi 8,3 cm dan pada hari ke lima menjadi 14,3 cm.
Pada sampel 2 dihari pertama masih 0 cm, pada hari kedua yaitu 2,1 cm, pada hari ke tiga 4,5 cm, pada hari keempat menjadi 8,1 cm dan pada hari terakhir menjadi 13,4 cm.
Pada sampel 3 dihari pertama masih 0 cm, pada hari kedua yaitu 2,2 cm, pada hari ke tiga 4,5 cm, pada hari keempat menjadi 8,2 cm dan pada hari terakhir menjadi 14 cm.
Pada sampel 4 dihari pertama masih 0 cm, pada hari kedua yaitu 2,4 cm, pada hari ke tiga 4,3 cm, pada hari keempat menjadi 7,8 cm dan pada hari terakhir menjadi 12,5 cm.
Pada sampel 5 dihari pertama masih 0 cm, pada hari kedua yaitu 2,1 cm, pada hari ke tiga 4,3 cm, pada hari keempat menjadi 8,1 cm dan pada hari terakhir menjadi 13,5 cm.
Dari data  tabel maka dapat dibuat grafik yang menunjukkan rata rata pertumbuhan kacang hijau yang diletakkan pada tempat yang gelap dan tempat yang banyak cahaya. Berdasarkan grafik yang telah didapat maka terlihat jelas bahwa rata rata pertumbuhan tanaman yang diletakkan di tempat gelap lebih tinggi dari pada tanaman yang diletakkan di tempat yang terang.




4.3 Pembahasan
Cahaya merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi proses perkecambahan pada tumbuhan. Setiap tumbuhan membutuhkan intensitas cahaya yang berbeda-beda.
Pada penelitian ini, praktikan menggunakan kacang hijau untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap proses perkecambahan kacang hijau. Ternyata pada penelitian yang dilakukan praktikan ini cocok dengan apa yang teori telah jelaskan bahwa tanaman (kacang hijau) yang diletakkan di tempat yang gelap akan tumbuh lebih panjang/tinggi daripada tanaman (kacang hijau) yang diletakkan di tempat yang terang.
Dari rincian-rincian tersebut menunjukkan bahwa tanaman kacang hijau akan tumbuh lebih tinggi jika diletakkan di tempat yang gelap daripada diletakkan di tempat yang terang. Tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat yang terang tumbuh lebih pendek karena umumnya cahaya dapat menguraikan auksin (hormon pertumbuhan). Peristiwa ini terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Dan sebaliknya, tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat yang gelap akan tumbuh lebih tinggi karena terjadi peristiwa pertumbuhan yang cepat di tempat gelap yang disebut etiolasi. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang.
Tetapi, pertumbuhan meninggi yang baik tidak menjamin kualitas tumbuhan itu juga baik. Buktinya, yang seperti praktikan amati, bahwa tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat yang gelap, meski tumbuhnya lebih tinggi, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Sebaliknya, tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat yang terang, meskipun tumbuhnya lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, jagur, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Pada dasarnya tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda. Dari percobaan yang telah kita lakukan terhadap perkecambahan kacang hijau dengan biji, air dalam kapas yang sama namun dengan cahaya yang berbeda (ditempatkan pada tempat yang bercahaya dan tanpa cahaya), kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hipotesis yang kita perkirakan telah benar,yaitu biji kacang hijau yang tumbuh di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat dibandingkan biji kacang hijau yang tumbuh di tempat yang terkena matahari.
“Kacang hijau yang diletakkan di intensitas cahaya lemah, memiliki pertumbuhan yang lebih tinggi karena tidak terurainya hormon auksin. Dan memiliki keadaan fisik yang tidak sempurna karena daun berwarna kuning dan kelihatan kekurangan klorofil. Sedangkan keadaan ini berkebalikan dengan tanaman kacang hijau yang berada di intensitas cahaya kuat.”

5.2 Saran
1.      Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan percobaan di tempat yang sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu seperti hama tanaman, hewan, sehingga percobaan akan aman dan berhasil.
2.      Dalam mengukur tinggi kecambah, harus dilakukan dari permukaan tanah hingga ujung batang.
3.      Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan kualitas kacang hijau yang akan ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti sehingga hasil percobaan itu baik dan valid.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Laman